
Ada yang tanya nih:
βPak Mufli bikin konten pakai AI ya?β
Jawaban saya:
Iya dong. π
Saya bikin roti pakai mixer.
Saya memanggang roti pakai oven.
Saya pergi agak jauh pakai kendaraan.
Saya mencari informasi pakai internet.
Masa sekarang sudah ada AI yang bisa membantu membuat pekerjaan lebih mudah, malah tidak saya gunakan? π
Tapi Idenya Dari Mana?
Nah, ini yang menarik.
Menurut saya menggunakan AI bukan berarti menyerahkan semuanya kepada AI.
Misalnya saya mengalami sesuatu ketika menjalankan usaha. Kemudian muncul sebuah pemikiran.
Saya ceritakan pemikiran tersebut kepada AI.
Kami diskusi.
Kadang AI memberikan sudut pandang yang tidak terpikirkan oleh saya. Saya tanggapi lagi. Dari percakapan itu, ide yang awalnya kecil semakin berkembang.
Kemudian saya bilang:
βTolong bantu jadikan tulisan.β
Jadilah sebuah tulisan.
Saya baca lagi. Kalau cocok, saya gunakan. Kalau kurang cocok, ya diperbaiki lagi.
Santai. π
Jadi Siapa yang Menulis?
Kalau mau diperdebatkan, bisa panjang. π
Tetapi saya lebih suka melihat hasil akhirnya.
Ada pengalaman manusia.
Ada ide.
Ada diskusi.
Ada teknologi yang membantu.
Dan akhirnya sesuatu yang tadinya hanya ada di kepala berubah menjadi tulisan yang bisa dibaca orang lain.
Menurut saya itu bagus.
Dulu Satu Ide, Sekarang Bisa Jadi Banyak
Ini yang paling saya sukai.
Dulu satu ide mungkin hanya menjadi satu postingan.
Sekarang satu ide bisa berkembang menjadi artikel blog. Dari artikel itu muncul ide untuk Facebook. Kemudian bisa menjadi Status WhatsApp.
Dari komentar orang muncul pertanyaan baru.
Pertanyaan itu dibicarakan lagi dengan AI.
Lahir ide berikutnya.
Begitu seterusnya.
Satu ide tidak berhenti sebagai satu ide.
Nah, saya menyebut cara seperti ini sebagai:
Masa Faktor Kali Sebagus Ini Disia-siakan?
Menurut saya kita tidak perlu berlomba dengan teknologi.
Lebih menyenangkan kalau teknologi kita ajak bekerja sama. π
Manusianya tetap berpikir.
Manusianya tetap punya pengalaman.
Manusianya tetap menentukan tujuan.
Teknologi membantu mempercepat dan memperluas apa yang bisa kita kerjakan.
Jadi kalau besok ada yang tanya lagi:
βPak Mufli bikin konten pakai AI ya?β
Jawaban saya masih sama:
βIya. Kan AI sudah ada. Masa Faktor Kali sebagus ini disia-siakan?β π