AI Sebagai Faktor Kali: Bukan Supaya Kita Berhenti Berpikir

Teknologi sejak dulu dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Saya membuat roti.

Kalau semua adonan harus saya uleni menggunakan tangan, tentu bisa. Tetapi ada mixer.

Kalau roti harus dipanggang menggunakan cara yang sangat sederhana, juga bisa. Tetapi ada oven.

Kalau hendak pergi ke tempat yang agak jauh, sebenarnya manusia juga punya kaki. Tetapi ada kendaraan. 😁

Pertanyaannya:

Kalau alat yang dapat membantu sudah tersedia, mengapa tidak kita gunakan?

Hal yang sama sekarang terjadi dengan Artificial Intelligence atau AI.

AI Bukan Pengganti Pikiran

Ada kekhawatiran bahwa menggunakan AI membuat manusia menjadi malas berpikir.

Menurut saya tidak harus begitu.

AI justru bisa digunakan untuk membantu mengembangkan pikiran yang sudah kita miliki.

Misalnya pagi hari saya mendapatkan sebuah ide untuk tulisan.

Dulu mungkin saya mencatatnya terlebih dahulu. Nanti kalau ada waktu, buka laptop. Mulai menulis. Bingung membuat judul. Edit lagi. Besok dilanjutkan.

Beberapa hari kemudian malah lupa. 😂

Sekarang saya bisa mendiskusikan ide tersebut dengan AI.

AI membantu melihatnya dari sudut lain, membuat struktur tulisan, merapikan bahasa, bahkan memunculkan pertanyaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Tetapi satu hal tetap penting:

Ide dan arah pembicaraan tetap kita yang menentukan.

Satu Ide Bisa Berkembang Menjadi Banyak

Ini yang menurut saya menarik.

Satu ide yang tadinya hanya cukup menjadi sebuah catatan, dengan bantuan AI bisa berkembang menjadi:

  • artikel blog,
  • postingan Facebook,
  • Status WhatsApp,
  • ide video,
  • bahan diskusi,
  • bahkan melahirkan beberapa ide baru.

Bukan berarti AI menciptakan pengalaman hidup kita.

AI tidak menjalani usaha kita. AI tidak bertemu pelanggan kita. AI tidak merasakan kegagalan dan keberhasilan yang pernah kita alami.

Kita yang mempunyai pengalaman. AI membantu mengolahnya.

Inilah yang Saya Sebut Faktor Kali

Saya suka menggunakan istilah Faktor Kali untuk sesuatu yang membuat kemampuan kita menjadi lebih besar daripada kalau semuanya dikerjakan sendirian.

Mixer adalah Faktor Kali.

Kendaraan adalah Faktor Kali.

Internet adalah Faktor Kali.

Sistem adalah Faktor Kali.

Orang lain yang mempunyai keahlian berbeda juga bisa menjadi Faktor Kali.

Dan sekarang:

AI bisa menjadi Faktor Kali yang luar biasa.

Bukan karena AI menggantikan manusia.

Justru karena manusia yang mempunyai ide, pengalaman, pengetahuan, dan tujuan sekarang mempunyai alat yang membantu mengembangkannya dengan jauh lebih cepat.

Tetap Gunakan Kepala Sendiri 😁

Tentu saja apa pun yang diberikan AI tidak harus langsung kita percaya atau gunakan.

Kita tetap perlu membaca, memeriksa, mengoreksi, menambahkan pengalaman sendiri, dan yang paling penting menentukan apakah hasilnya memang sesuai dengan apa yang ingin kita sampaikan.

Jadi menurut saya pertanyaannya bukan lagi:

“Apakah sebaiknya kita menggunakan AI?”

Tetapi:

“Bagaimana kita menggunakan AI supaya kemampuan yang sudah kita punya menjadi semakin bermanfaat?”

Teknologi yang bagus tidak membuat manusia berhenti berpikir.

Teknologi yang bagus membantu pikiran manusia bekerja lebih jauh.

Itulah AI sebagai Faktor Kali.

Bagikan jika bermanfaat😊